Sebagai orang awam, tidak mudah untuk memahami bagaimana otak dan ilmu saraf kita mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari sebagai individu. Akan semakin kompleks untuk menghargai bagaimana otak kita memengaruhi kita sebagai pemimpin. Jangan khawatir karena ada bantuan di sini!
Staf yang pendiam mungkin terlihat menyerah pada keinginan dan keinginan majikan mereka. Tetapi beberapa akan melukai mereka secara diam-diam dengan menyebarkan desas-desus melalui selentingan kantor.
Ada 10 alasan mengapa orang Asia menghindari konflik, dan dalam pembelajaran ini, kita akan membahasnya secara mendalam:
1. Konflik sebagai Persepsi Negatif – Persepsi sebagai Realitas
2. Melestarikan Ego – Norma Budaya ‘Kehilangan Muka’
3. Kesenjangan Jarak Daya – Faktor Hirarki Wai dan ‘Ya’
4. Pengasuhan Keluarga – Ayah yang Absen dan Model Peran Ibu yang Mendominasi
5. Bos Selalu Benar – Faktor ‘Bos sebagai Ayah’
6. Tidak Langsung Lebih Baik – Faktor ‘Memukul-Putar-Semak’
7. Takut Akibat – Sikap ‘Kepala Akan Berguling’
8. Kurangnya Kompetensi – ‘Tidak Tahu Cara Lain’
9. Penghindaran Keturunan Penghindaran – Lingkaran Setan
10. Mengambilnya Secara Pribadi – ‘Pekerjaanku adalah Hidupku’
Sesi Program :
Konflik itu Alami
Konflik itu Netral
Ketiadaan Konflik Bukanlah…
Kebanyakan Konflik Tidak Dapat Diselesaikan
Mengapa Orang Asia Menghindari Konflik?
Menjaga Ego
Jarak Kekuasaan
Faktor ‘Berputar-putar’
Membawa Perasaan